Contoh Cerpen Singkat : Bimbang

Judul Cerpen : Bimbang
Karya : Riska Tri Utami

Bimbang

Waktu menunjukkan pukul 02.00 pagi namun mataku masih belum bisa terpejam. Orang bilang aku sedang merasakan fase terberat ketika aku sedang jatuh cinta. Aku yang kini sudah kamu kecewakan, aku yang kini sudah kehilangan kepercayaan akan semua ucapan manismu.

Ataukah dulu memang aku yang terlalu bodoh untuk mempercayaimu? Terkadang aku merasa lelah dengan semua ini, terkadang aku berpikir untuk mengakhirinya saja. Tapi entahlah, aku hanya selalu yakin kamu akan berubah, aku mempertahankanmu. Hanya saja ada sedikit rasa bimbang yang enggan tuk ku ceritakan.

Aku dan Rifki telah menjalin hubungan hampir satu tahun . Namun belakangan ini sikap Rifki sedikit aneh, hingga pada malam harinya aku mengajak Rifki untuk menonton filem favoritnya dan Aku menanyakan perihal keanehan sikapnya,

" Rif, aku merasa kamu berubah, kamu gak sama kayak dulu, Aku sering kali memikirkan bagaimana kita dulu, ah tidak, maksudku kamu yang dulu. Kamu yang selalu memperjuangkanku, kamu yang selalu berusaha menjadi yang terbaik buatku, kamu yang selalu melakukan apapun untukku.

Namun sekarang, apakah hanya aku yang berjuang? Apa yang kamu mau, aku berikan. Apa yang kamu ingin, aku lakukan. Apa sekarang hanya aku yang selalu berusaha jadi yang terbaik untukmu? Untuk hubungan kita? Terkadang aku menyesal akan semua kata sayang yang terucap begitu manis dari mulutku, jika saja dulu tak pernah aku ucapkan padamu mungkin aku akan tetap kamu perjuangkan. Apa aku berbuat salah kepadamu " tanya Dila .

" Nggak ada Dil " jawab Rifki singkat

" Namun , mengapa sikap kamu tiba - tiba berubah " tanya Dila ( sambil menangis )

" Sikapku tak berubah ko cuman kamunya aja yang terlaku ke bawa perasaan " jawab Rifki secara singkat.

Merasa tak memperoleh jawaban yang memuaskan Dila akhirnya mengajak Rifki pulang. Sesampainya di rumah , Dila masih memikirkan sikap keanehan Rifki kepadanya.

Aku menatap langit - langit di kamarku sambil memikirkan sikap keanehannya

Bagiku kamu adalah sebuah teka yang jika dijawab. oleh kemampuan otakku ini terlalu sulit untuk ku pecahkan. Kau dulu selalu manis kepadaku, namun mengapa kau sekarang berubah tidak hangat seperti dulu lagi . Apakah kamu berubah karena wanita-wanita yang lain yang kini kerap kali ada disekitarmu? Apakah ini hanya karena aku yang terlalu terbawa perasaan? Apakah aku yang terlalu cemburu? ( Hanya bertanya dengan diriku sendiri )

Kemudian Aku kembali menatap langit-langit kamarku,

Pikiranku kembali menerawang pada masa ketika aku masih belum mengenalmu, ketika aku masih berjuang melupakkan seseorang sebelum kamu. Seandainya kamu tahu rasa sakit ditinggalkan begitu saja, tanpa alasan. Aku mati-matian melupakkannya sampai pada akhirnya empat tahun kemudian aku bertemu kamu, kamu yang kemudian memberi warna dalam hari-hariku.

Kamu kembali membuatku merasakan apa itu jatuh cinta setelah mati rasa bertahun tahun lamanya, tapi kamu juga yang membuatku kembali merasakan luka. luka yang begitu menyakitkan dalam hatiku aku kembali merasakannya Aku ingin mundur saja, menjauh darimu.

Tapi aku kembali teringat beratus-ratus hari kebersamaan kita, aku dan kamu sudah sampai sejauh ini, ternyata tak mudah bagiku melepaskan semuanya. Memori kebersamaan kita yang selalu ada di benah - benah pikiranku tak sanggup aku untuk melupakan semua itu.

Rasaku memang terlalu dalam untuknya, bahkan hingga saat ini pun aku tak mampu melupakannya, bayang-bayangnya melekat kuat dipikiranku. Hati ini masih terukir masih jelas namanya, rasa cintaku masih sangat besar kepadanya, hingga rasa kecewaku tak sanggup mengalahkan cintaku untuknya. Rasanya sudah tak ingin aku berjuang, sudah lelah aku bertahan, habis sudah air mataku dalam kisah ini hanya untuk menangisi laki-laki yang tak pernah melihat sosokku.

Ingin rasanya aku tau bagaimana diperjuangkan, bagaimana rasanya sama-sama berjuang untuk sebuah kebahagiaan, tanpa ada yang menyakiti satu sama lain. Rasanya ingin sekali aku menutup kisahku dan melihat kebahagiaan yang sudah menantiku didepan sana, padahal aku sudah tahu bertahan dalam kisah ini pun akhirnya akan seperti apa.

Dan sekarang aku mencoba menghilangkan rasa kecewaku kepadanya. Aku mencoba bertahan dan membiarkan la dalam diamnya, ku biarkan ia dalam kebingungannya, aku tak kan memaksanya untuk berubah atau bertahan dalam kisah ini.

Aku paham aku sudah menjadi orang bodoh, bodoh karena rasa cintaku kepadanya. Semua ku lakukan apapun untuknya tapi apa balasan darinya? la jatuhkan aku dan ia pergi begitu saja, tanpa la pikirkan bagaimana terlukanya aku.

Bahkan semudahnya ia berpaling dariku Apa itu bukti dari rasa cinta? Apa harus sesakit itu untuk tau rasanya dicintai? Harus berkorban seberapa keras lagi agar aku bisa bahagia karna cinta?

Bahagia sekali menjadi dirinya, bertahan dalam keegoisannya dan ia bisa merasakan tulusnya cinta dan kasih sayang Sedangkan aku? Aku yang berjuang dan tak mendapatkan apa-apa.

Dan aku pun tersadar, aku pantas untuk dicintai, sangat pantas untuk diperjuangkan, karna aku tau rasanya terluka dan aku tau rasanya bertahan dalam luka. Namun aku tetap mencoba untuk bertahan walau aku tau kehadiran ku sudah tak pernah di harapkan olehmu, ku biarkan rasa kecewaku untuk tetap terpendam sampai waktunya aku tak bisa untuk bertahan lagi hingga membawa cinta ini pergi.

Namun, aku juga tidak boleh egois tanpa sadar mungkin bukan hanya kamu yang berubah, aku juga.

Aku yang dulu selalu percaya akan kesibukkanmu, aku yang tak pernah berpikiran. buruk tentang kesibukkanmu, aku yang selalu percaya akan kekuatan cinta kita namun setelah satu kali kekecewaan itu datang, maka rusaklah sudah rasa kepercayaan aku untuk mu Terkadang aku selalu merasa dibohongi. Siapa yang salah? Aku? Kamu? Kita? Atau bahkan hubungan kita memang sudah salah sejak awal?

Pada akhirnya, masa yang mengajak kita untuk melupa Rindu yang membuat kita ingin kembali bersapa. Senyumnya, suaranya, canda tawanya semua yang biasa hadir dan menghiasi hari kita, kini jarang sekali kita mendapatkan itu semua namun aku akan tetap percaya dengan cinta kita yang Suatu ketika, semuanya kembali baik-baik saja seperti sedla kala.

Aku kembali menarik nafasku panjang untuk kesekian kalinya, ku lirik jam yang terletak pada nakas di samping tempat tidurku, sudah 30 menit berlalu dan aku masih sibuk memikirkanmu, memikirkan tentang hatimu. Kini pikiranku dipenuhi kebimbangan tentang dirimu. Hatiku. dipenuhi akan ketidakyakinanku terhadapmu.

Tapi lihatlah, aku masih disini, mempertahankanmu. Percaya atau tidak aku yakin bahwa kamu akan berubah, bahwa aku pun bisa kembali percaya kepadamu. Mungkin setiap pasangan. akan mengalami fase "terluka" ini dan aku harap kita bisa sama-sama melalui fase ini, lalu kembali menjadi kita yang dulu.

_ Terimakasih _

della, nofita, veti, ummu