[LENGKAP] Merawat Berkala Sistem Pelumasan

Mesin terdiri dari bagian-bagian logam yang bergerak, beberapa diantaranya ada yang berhubungan langsung secara tetap satu dengan yang lainnya seperti poros engkol, piston, dan mekanisme katup. 

Pada saat mesin mulai berputar, gesekan yang terjadi antara komponen komponen mesin tersebut akan mengakibatkan hilangnya tenaga, dan bagian bagian mesin tersebut relatif menjadi lebih cepat aus atau bahkan mengalami kerusakan. 

Merawat Berkala Sistem Pelumasan

Maka dari itu pada setiap mesin, komponen komponennya harus di lumasi agar hilangnya tenaga dan keausan serta kerusakan dapat diminimalisir.

Fungsi Sistem Pelumasan

a. Pelumasan berfungsi untuk:
  • Memperkecil gesekan sehingga mengurangi keausan
  • Mendinginkan komponen (panas komponen berpindah ke oli)
  • Sebagai perapat, misal antara ring piston dengan dinding silinder
  • Sebagai pembersih dari keausan bidang lumas
  • Pelindung permukaan komponen dari kari Karena oksidasi (penguraian mineral yg mengandung logam oleh 02 dan menimbulkan karat yg merupakan satu bentuk pelapukan kimia)
  • Peredam suara akibat komponen yang saling bergesekan

Macam- macam Sistem Pelumasan

Pelumasan Campur

Digunakan pada kebanyakan mesin stasioner 2 Tak yang kecil dan sepeda motor seperti : Vespa, Yamaha, Suzuki.

Sifat-sifat yang menonjol
  • Selalu menggunakan oli baru, karena oli yang tercampur bensin ikut terbakar dan habis.
  • Timbul polusi dari gas buang
  • Pemakaian oli boros
  • Kandungan oli 2 ÷ 4 % dari bensin ( menurut spesifikasi pabrik )
  • Pelumasan campur digunakan hanya untuk motor 2 Tak.

Pelumasan Tekan

Sifat yang menonjol
  • Pelumasan kontinyu, teratur dan merata
  • Digunakan pada motor Otto (bensin) dan Diesel 4 tak dan Diesel 2 Tak
  • Oli perlu diganti pada kurun waktu tertentu
  • Misal : Motor Otto (bensin), oli diganti setiap 10.000 Km
  • Motor Diesel , oli diganti setiap 5.000 Km
Merawat Berkala Sistem Pelumasan


Keterangan gambar
• Karter
• Saringan pompa
• Pompa oli
• Katup pelepas
• Saringan halus
• Katup by-pass
• Sakelar tekan
• Pemakai

OLI MESIN/MOTOR

Di pasaran banyak oli motor yang ditawarkan pabrik. Bagaimana menentukan oli yang sesuai untuk kebutuhan motor / engine ? Hal iItu dapat ditentukan melalui spesifikasi oli yang dapat dibaca pada tulisan yang menempel pada kaleng oli.
Spesifikasi Kekentalan (viskositas).

Spesifikasi ini mengikuti standar SAE (Society of Automotive Engineering )

• SAE 20
encer
• SAE 30
sedang
• SAE 50
kental

Motor (engine) biasanya menggunakan oli SAE 40

Oli “multigrade”

Oli “multigrade” adalah oli yang telah diberi bahan aditif yang dapat meningkatkan kemampuan oli untuk tidak cepat encer bila suhunya naik dan tidak cepat beku pada temperatur rendah.

Penggunaan oli “multigrade” tidak lebih menguntungkan pada hawa yang perubahannya tidak banyak / merata seperti di Indonesia.

Spesifikasi Kualitas

Spesifikasi ini mengikuti standar API (American Petrolium Institute).
  • Motor bensin : SA, SB .... SF tugas ringan tugas sangat berat
  • Motor Diesel : CA, CB .... CF tugas ringan tugas sangat berat
Oli yang biasa digunakan pada motor (Engine) :
  • Motor Otto (bensin) menggunakan oli dengan kualitas SC,SE
  • Motor Diesel menggunakan oli dengan kualitas CC, CD
  • Contoh : oli Pertamina yang dapat memenuhi semua kebutuhan normal untuk motor bensin dan motor Diesel adalah Mesran B40 (SAE 40, API SE/ CC)
  • Interval penggantian oli motor
  • Motor bensin, oli diganti setiap 10‟000 km
  • Motor Diesel, oli diganti setiap 5‟000 km (lebih cepat kotor)

Penggantian Elemen Saringan Oli

Kadang-kadang mesin atau motor kendaraan menggunakan unit saringan oli dengan elemen saringan yang dapat diganti sendiri.

Cara mengganti elemen saringan :
  • Lepas baut pada pusat rumah saringan. Jika rumah saringan melekat/lengket, pukul sedikit dengan palu plastik untuk melepasnya.
  • Cuci rumah saringan dan perlengkapannya. Elemen saringan dan seal nya harus diganti dengan yang baru setiap  20‟000 km.
  • Perhatikan urutan pemasangan perlengkapan baut pengikat 
  • Perhatikan pada pengencangan rumah saringan apakah dudukannya pada flens dapat memusat dengan benar.
  • Setelah motor terisi oli, hidupkan mesin/motor dan kontrol kebocoran oli.
  • Jika ada oli yang tumpah pada lantai bengkel, maka harus dibersihkan dengan segera.
Demikian pembahasan kali ini semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan, terimakasih sudah mampir dan jangan lupa share ya...